Kamis, 11 Desember 2025 pagi. Adi Irawan bernasib sial. Mobil pengantar Makan Bergizi Gratis (MBG) menabrak puluhan siswa dan satu guru SDN 01 Kalibaru, Cilincing, Jakarta Utara, bercerita ihwal tragedi itu.
"Saya tidak akan pernah lupa kejadian itu," ujarnya penuh penyesalan.
Adi mengaku bahwa sopir reguler mobil itu sedang sakit, lalu dirinya diminta untuk menggantikannya membawa mobil operasional Makan Bergizi Gratis (MBG) ke SDN Kalibaru 01.
Sebenarnya ini sudah kali kedua Adi yang membawa mobil ini ke sekolah itu. "Saya sudah merasa familiar dengan rutenya, tapi entah kenapa, pagi itu rasanya berbeda," tambahnya.
Saat sudah hampir sampai, tepat di tanjakan menuju sekolah, ia harus berhenti. Niatnya hanya untuk untuk menginjak rem.
"Tapi, ketika kaki saya turun... tiba-tiba mobil terasa melaju kencang, bukannya berhenti. Ada jeda sesaat di mana otak saya sadar, saya salah injak! Saya bukan menginjak rem, tapi malah... gas," tuturnya polos.
Semua terjadi begitu cepat. Ia panik. Dalam sekejap, mobil itu seperti punya pikiran sendiri, melaju tak terkendali. Ia berusaha keras menguasai setir, tapi semuanya sudah terlambat.
Menurut Adi, dirinya melihat pagar sekolah, lalu kerumunan anak-anak, para siswa yang sedang berkegiatan pagi. Kemudian ia hanya mendengar suara gaduh, benturan keras "duaaaaar."
Lalu, semua seperti kabur. Adi hanya bisa melihat kerusakan di depan mata, pagar roboh, dan anak-anak yang terkapar. Guru juga ada. Totalnya ada sekitar 21 korban. T
"Tidak ada korban jiwa, Alhamdulillah, tapi luka-luka mereka... itu semua karena saya," ucapnya sedih.
Ketika polisi datang, ia hanya bisa memberikan keterangan dengan gemetar. Ia bilang, "saya salah injak pedal. Saya juga sempat berpikir, apakah rem mobil ini memang tidak pakem?"
Ketika dirinya panik dan berusaha mengendalikan, rasanya mobil itu tidak merespons seperti yang seharusnya.
"Saya tahu, alasan tidak akan mengobati luka para korban. Saya benar-benar menyesal. Saya tidak pernah ingin hal ini terjadi. Saya datang membawa makanan, bukan musibah," keluhnya mengungkap penyesalan bercampur rasa iba, seraya mengatakan dirinya hanya sopir pengganti, tapi ini adalah tanggung jawab dirinya.
'Saya siap menjalani proses penyelidikan. Saya hanya berharap para siswa dan guru cepat pulih. Doa saya selalu bersama mereka," tutupnya dengan linangan air mata.
Penyelidikan polisi mengungkap beberapa fakta terkait sopir tersebut. Adi merupakan sopir pengganti yang baru dua hari bekerja mengemudikan mobil tersebut. Diduga sopir dalam kondisi kurang tidur saat kejadian.
Sopir mengaku panik dan salah menginjak pedal gas, padahal bermaksud menginjak rem, sehingga mobil melaju tanpa kendali ke arah kerumunan siswa di halaman sekolah.
Akibat kelalaiannya, sopir tersebut telah ditetapkan sebagai tersangka dan dijerat Pasal 360 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal lima tahun penjara.
John Doe
5 days agoLorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. A doloribus odio minus, magnam nisi repellendus aspernatur reiciendis sit dignissimos expedita eius deserunt! Saepe maxime ipsam quo minus architecto at sequi.